Cari artikel disini

Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juni 2018

BERBAGAI BENTUK BANGUN PADA MATEMATIKA - BAGIAN I (BANGUN DATAR)

Matematika memperkenalkan kita akan adanya 2 (dua) macam bangun, yakni bangun datar dan bangun ruang. Yang dimaksud dengan bangun ruang adalah segala sesuatu bentuk bangun yang berbentuk datar dapat dikatakan tidak memiliki bagian isi. Sementara bangun ruang adalah kebalikkannya, bangun ruang memiliki isi.

Ada banyak berbagai bangun datar, mari kita mulai dari yang paling sederhana yaitu : Titik (.) tahukah kalian bahwa titik merupakan bentuk bangun kasat mata yang terkecil karena apapun bentuknya semua susunan terdiri atas titik-titik kecil yang hampir tak terlihat.

Sekarang kita lanjut kepada segitiga, ada 4 jenis segitiga yaitu :
  • Segitiga sama sisi, yakni segitiga yang memiliki panjang pada ke semua sisinya.
  • Segitiga sama kaki, hayo kok segitiga punya kaki ? Kaki yang dimaksud adalah sisi kiri dan kanan segitiga, nah jika kaki kiri dan kanannya sama panjang sementara bagian bawah / dasarnya berbeda ukuran, maka ini yang dinamakan segitiga sama kaki.
  • Segitiga siku siku, setelah memiliki kaki, segitiga juga ada yang memiliki siku. Siku yang dimaksud adalah 2 buah sisi segitiga bertemu dan membentuk sudut 90 derajat. Untuk menggambar segitiga siku yang mudah bisa di mulai dari segitiga sama sisi, lalu di belah menjadi 2 bagian sama besar. Maka akan menjadi 2 buah segitiga siku siku.
  • Segitiga sembarang, waduh kok sembarang ya ... hehehe ... yap sembarang artinya asal, asal jadi dibuat segitiga yang penting ada 3 macam sisi yang saling menyambung, jadi segitiga sembarang adalah semua bentuk segitiga selain 3 macam segitiga diatas.
Adapun jika kalian ingin menghitung seberapa luas sebuah segitiga, maka diperlukan rumus : 1/2 (alas x tinggi), untuk segitiga sama sisi dan sama kaki untuk menentukan tinggi dari segitiga harus dilakukan membelah segitiga tersebut menjadi dua bagian yang sama besar. Sementara pada segitiga siku siku, bagian siku panjang merupakan bagian yang dianggap tinggi.

Mari kita lanjutkan dengan segi empat, pengertian dari segi empat adalah sebuah bangun yang memiliki 4 sisi, adapun macam segi empat adalah :
  • Persegi atau dikenal dengan nama bujur sangkar, yakni suatu bentuk bangun datar bersisi empat yang sama panjangnya. Untuk luasnya bisa digunakan rumus : sisi x sisi.
  • Persegi Panjang, adalah sebuah bangun datar yang memiliki 2 macam panjang, yaitu bagian atas dengan bawah dan kiri dengan kanan. Luas dihitung dengan rumus : panjang x lebar.
  • Jajaran Genjang, bentuk ini hampir menyerupai Persegi Panjang, hanya saja untuk jajaran genjang pada bagian sudut tidak membentuk sudut 90 derajat, yang pasti jajaran genjang bisa ditarik garis dari sudut satu ke sudut lain secara sejajar. Luasnya dihitung dengan rumus : alas x tinggi, yang mana bagian tinggi ditarik dari sudut ke bawah secara lurus vertikal hingga membentuk sudut 90 derajat.
  • Belah Ketupat, dah mau lebaran ada ketupat ... hehehe ... bangun datar ini mirip dengan jajaran genjang, hanya saja dibentuk secara berdiri tegak hanya saja pada belah ketupat, ke empat sisinya memiliki panjang yang sama. Dihitung luasnya dengan rumus : 1/2 x panjang diagonal 1 x panjang diagonal 2. Untuk panjang diagonal bisa diambil dari menarik garis lurus antar sudutnya.
  • Layang Layang, eeeeeh, mau main layangan ya ... layang layang mirip dengan belah ketupat, hanya saja pada bentuk layang layang 2 sisi bagian atas dengan 2 sisi bagian bawah berbeda ukuran, bagian bawah lebih panjang dari bagian atasnya.
  • Trapesium, apakah itu ? Trapesium adalah sebuah bangun datar yang mana sisi tegak kanan kirinya tidak lurus melainkan miring. Trapesium ada yang sama sisi ada juga yang siku siku, jika sama sisi maka kemiringan sisi tegaknya membentuk sudut yang sama besar, sedangkan untuk siku siku, pada salah satu sisi tegak yang lurus membentuk sudut siku 90 derajat. Untuk luasnya dihitung dengan 1/2 x (a+b) x tinggi. Untuk tinggi diambil dari sudut atas ke bawah ditarik garis lurus.
  • Segilima, memiliki 5 sisi pada bangunannya, jika sisinya sama besar maka disebut segilima beraturan.
  • Segienam, selain segilima juga ada segienam dan seterusnya, prinsipnya sama yaitu sisi dihitung keseluruhan. Contoh, segienam berarti ada enam sisi, segitujuh, segidelapan dan seterusnya.
  • Lingkaran, merupakan suatu bangun dimana berupa garis melingkar dengan simetris, yaitu pada setiap jari-jarinya sama panjang. Untuk luas lingkaran diperlukan rumus : 22/7 x jari jari x jari jari. Jari jari diambil dari garis yang ditarik lurus dan membuat lingkaran menjadi dua bagian yang sama besar.
  • Elips, sebutan lainnya adalah lonjong yakni bentuk melingkar namun jika ditarik garis lurus yang melewati titik sumbunya akan memiliki jari jari yang tidak sama panjang.
JENIS BAGUN DATAR

Sabtu, 28 April 2018

SEJARAH ANGKA & KEISTIMEWAAN ANGKA 9

Sebelum dibahas mengenai keistimewaan angka 9, marilah kita melihat sejarah perkembangan angka. Belum diketahui secara pasti awal mulanya angka, namun Abah Salma Sampayya dalam bukunya "Keseimbangan Matematika dalam Al-Qur'an" menuturkan bahwa pertama kali catatan angka ditemukan pada tanah liat, yang dibuat oleh Suku Sumeria di wilayah Mesopotamia sekitar tahun 3.000 SM. Berbagai peradaban terus mengembangkan angka-angka agar lebih mudah dalam pembacaannya. Adapun bangsa Mesir kuno menulis angka pada daun lontar dengan tulisan hieroglif.

ANGKA DENGAN TULISAN HIEROGLIF

Sedangkan di Roma, bangsa Romawi menggunakan tujuh macam simbol dalam mewakili angka yaitu : I, V, X, L, C, D dan M yang mana dikenal dan masih digunakan hingga saat ini sebagai angka Romawi.

ANGKA ROMAWI

Sementara itu, angka modern yang dikenal saat ini bermula dari ahli matematika Hindu India di tahun 200 SM, yang mana kemudian dikembangkan oleh seorang Arab, sehingga disebut sebagai angka Arab.

Kemajuan besar lainnya adalah pengembangan gagasan angka nol sebagai bilangan dengan lambangnya sendiri, nol telah digunakan sejak 700 SM oleh bangsa Babylon,. Sementara di masa modern nol dikembangkan Bahmagupta (ahli matematika India). Nol sendiri merupakan angka yang 
terakhir muncul sehingga di era modern saat ini, nol selalu ditulis paling belakang.

Yang paling berjasa memperkenalkan angka nol adalah Al Khawarizmi, yang merupakan seorang ilmuwan muslim, beliau memperkenalkan melalui karyanya berjudul "Al-Jabr wa Al-Muqbala" yang mana saat ini kita mengenal dengan nama Aljabar.

Demikian kilas balik sejarah angka, sekarang mari kita bahas salah satu angka istimewa dalam deret 1-9 dan 0, yaitu angka 9.

ANGKA ISTIMEWA : 9

Dalam ilmu matematika, 9 merupakan angka istimewa, karena angka berapapun dikalikan dengan 9, maka hasil akhir satuan penjumlahan dari angka tersebut kembali menjadi angka 9.

Contoh :
2 x 9 = 18 ( 1+8 = 9 )
3 x 9 = 27 ( 2+7 = 9 ) ... dst

Sementara jika angka 9 dijumlahkan degan angka berapapun, maka hasil akhir satuan dari angka tersebut kembali menjadi angka yang dijumlahkan dengan 9.

Contoh :
8 + 9 = 17 ( 1 + 7 = 8 )
4 + 9 = 13 ( 1 + 3 = 4 ) ... dst

Sementara dalam hitungan 2 digit jika ditambah sembilan maka hasilnya adalah angka puluhan bertambah 1 dan angka satuan berkurang 1, sehingga mempermudah kita dalam menjumlahkan bilangan 2 digit dengan angka 9.

Contoh :
45 + 9 = 54
77 + 9 = 86 ... dst

Sementara dalam pendidikan agama Islam, angka 9 juga istimewa dengan adanya 99 nama Allah SWT dalam bentul Asmaul Husna.