Cari artikel disini

Minggu, 03 Juni 2018

HYPANCISTRUS (IKAN SAPU SAPU YANG CANTIK)

Selama ini, sebagian orang yang awam terhadap dunia ikan hias hanya mengetahui bahwa ikan sapu-sapu hanyalah ikan pembersih kaca aquarium berwarna hitam atau kuning albino (seperti yang banyak di jual di pasaran toko ikan hias). Untuk itu, Gudang Ilmu ingin memberikan sedikit wawasan terhadap dunia sapu-sapu lainnya, salah satunya genus Hypancistrus.

L46 - HYPANCISTRUS ZEBRA

Hypancistrus merupakan genus dalam lingkup keluarga Loricariidae yaitu keluarga ikan berkumis alias catfish yang mana di Indonesia, umumnya diketahui adalah ikan lele. Ya, Hypancistrus memang masih satu keluarga sama ikan lele, tetapi beda genus / marga.

L260 - QUEEN ARABESQUE

Hypancistrus juga merupakan genus / marga untuk beberapa spesies ikan sapu-sapu (karena bentuknya memang ikan sapu-sapu), namun tidak seperti kebanyakan ikan sapu-sapu yang lebih cenderung sebagai ikan herbivora (pemakan lumut / tanaman air), tetapi Hypancistrus lebih condong ke karnivora.

L201 - ORINOCO ANGEL

Pada komunitas ikan hias sendiri Hypancistrus banyak di gemari sebagai ikan hias aquarium, karena memang warna mereka yang sangat indah.

L340 - MEGA CLOWN

Pertama kali spesies yang ditemukan adalah Hypancistrus Zebra oleh Isbrucker dan Nijssen pada tahun 1991, yang disusul oleh H. Inspector di tahun 2002, 4 (empat spesies) di tahun 2007 serta 2 (dua) lagi di tahun 2016. Hal ini diyakini banyak ahli bahwa masih banyak lagi spesies dari genus ini yang belum berhasil didefinisikan.

L129 - COLOMBIAN ZEBRA

Jenis yang pertama di temukan yakni H. Zebra secara umum dikenal komunitas ikan hias adalah sebagai L46, karena hampir di semua jenis ikan sapu di identitaskan dengan L berikut nomor untuk memudahkan pencinta ikan hias mengingat jenisnya. Jenis ini berasal dari Sungai Xingu, di wilayah utara Brazil. Sebagian lainnya berasal dari Sungai Orinoco dan Rio Negro. Jenis ini menyukai habitat dengan air tenang hingga sedang, dan senang berada di bebatuan dasar maupun di celah-celah batu.

L102 - H. INSPECTOR (SNOWBALL PLECO)

Hypancistrus merupakan jenis suckermouth (posisi mulut di bawah sejajar perut), hal ini membuat mereka mampu menempel pada banyak objek datar. Tubuhnya juga dilengkapi dengan senjata pelindung kanan kiri berbentuk duri (yang kita kenal sebagai patil di tubuh lele). Sisiknya keras dan kuat seperti jenis ikan sapu pada umumnya. Matanya dilindungi secara khusus oleh iris omega. Tubuh bagian bawah rata dan tanpa sisik.

Sabtu, 02 Juni 2018

DANAU TOBA

Danau Toba merupakan sebuah danau yang terbentuk oleh alam akibat letusan dahsyat. Danau ini memiliki panjang kurang lebih 100 kilometer dengan lebar sekitar 30 kilometer dan memiliki kedalaman hingga 505 meter (1.666 kaki), danau itu terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau Toba juga dikenal sebagai danau terbesar se Asia Tenggara, yang unik dari danau ini adalah sebuah pulau yang terdapat di tengah-tengah danau tersebut yaitu Pulau Samosir.

PULAU SAMOSIR DI TENGAH DANAU TOBA

Dalam sejarahnya diperkirakan Danau Toba terbentuk saat letusan dahsyat terjadi sekitar 73.000 - 75.000 tahun yang lalu dan merupakan salah satu letusan supervolcano dalam sejarah letusan gunung berapi. Peneliti dari Michigan Technological University yakni Bill Rose bersama rekannya Craig Chesner memperikaran total material akibat letusan itu mencapai 2.800 km3 dari ignimbrit yang mengalir di atas tanah dan sekitar 800 km3 yang jatuh sebagai abu terutama ke arah barat. Aliran piroklastik dari letusan tersebut menghancurkan area seluas 20.000 km2 dengan abu setebal 600 m pada kawah utama.

Kejadian dahsyat ini menyebabkan kehancuran massal hingga kepunahan beberapa spesies mahluk hidup. Menurut bukti DNA, letusan ini menyebabkan jumlah manusia menyusut hingga 60% dari total populasi manusia di bumi saat itu, yakni berkisar 60 juta manusia. Letusan dahsyat tersebut juga turut andil dalam menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun hal ini masih dalam perdebatan para ahli.

Setelah letusan dahsyat tersebut, terbentuklah sebuah kaldera yang kemudian terisi air dan sekarang kita kenal sebagai Danau Toba, adapun kemunculan Pulau Samosir adalah akibat dari tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar.

WILHELM CONRAD RONTGEN

Wilhelm Conrad Rontgen, dilahirkan pada tanggal 27 Maret 1845 di Lennep, Prusia. Meninggal di usia 77 tahun pada tanggal 10 Februari 1923 di Munich, Jerman.

WILHELM CONRAD RONTGEN

Rontgen merupakan seorang tokoh fisikawan yang berkebangsaan Jerman dan merupakan orang pertama yang menerima penghargaan Nobel di bidang Fisika pada usia 56 tahun di tahun 1901. Penghargaan ini diberikan atas jasanya dalam menemukan Sinar X, dimana menandai awal mula zaman fisika modern dan revolusi kedokteran diagnostik.

Rontgen mengenyam pendidikan di ETH Zurich, kemudian beliau menjadi guru besar fisik di Universitas Strasbourg periode 1876-1879, Giessen (1879-1888), Wurzburg (1888-1900) dan terakhir di Munich (1900-1920).

Selain sinar-x, penelitiannya meliputi karya pada elastisitas, gerak pipa rambut pada fluida, panas gas tertentu, konduksi panas pada kristal, penyerapan panas oleh gas dan piezoelektrisitas.

Di usia 50 tahun (1895), Rontgen mengadakan percobaan dengan aliran arus listrik dan tabung gelas yang dikosongkan sebagian (tabung sinar katode), beliau mengamati bahwa potongan barium platinosianida yang berdekatan melepaskan sinar saat tabung itu dioperasikan. Beliau kemudian merumuskan teori bahwa saat sinar katode (eletron) menembus dinding gelas tabung, beberapa radiasi yang tak diketahui terbentuk melintasi ruangan, menembus bahan kimia dan menyebabkan fluorensi. Pengamatan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kertas, kayu bahkan aluminium menjadi transparan dalam bentuk baru radiasi ini. Beliau menemukan bahwa hal tersebut mempengaruhi plat fotografi dan tidak secara nyata menunjukkan beberapa sifat cahaya seperti refleksi atau refraksi. Fenomena tersebut dinyatakan olehnya sebagai radiasi X atau yang kita kenal saat ini sebagai sinar Rontgen. Untuk memastikan kesimpulan tersebut, Rontgen melakukan fotografis sinar x pertama, yang dilakukan pada bagian dalam objek logam dan tulang tangan istrinya (Anna Bertha Ludwig).

DOKUMEN HASIL RONTGEN PERTAMA PADA TANGAN ANNA BERTHA LUDWIG

AGUS SALIM

Haji Agus Salim, dilahirkan dengan nama Mashudul Haq yang memiliki makna "pembela kebenaran". Beliau dilahirkan di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda pada tanggal 8 Oktober 1884, wafat dalam usia 70 tahun pada tanggal 4 November 1954 di RSU Jakarta yang kemudian dimakamkan di Taman Makan Pahlawan Kalibata. Beliau merupakan salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Ditetapkan sebagai pahlawan nasional melalui Keppres Nomor 657 tahun 1961 pada tanggal 27 Desember 1961. Ayahnya bernama Soetan Mohamad Salim yang pernah menjabat sebagai Jaksa Kepala di Pengadilan Tinggi Riau, ibunya bernama Siti Zainab. Agus Salim menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak.

Ir. SOEKARNO dan H, AGUS SALIM

Beliau menempuh pendidikan awal di Europeesche Lagere School (ELS), yang merupakan sekolah khusus anak Eropa. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia (saat ini dikenal dengan nama Jakarta), beliau merupakan lulusan terbaik HBS se-Hindia Belanda.

Awal mulanya beliau bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di wilayah Indragiri. Di tahun 1906, pada usia 22 tahun beliau bekerja di Konsulat Belanda untuk Arab Saudi yang berkantor di Jeddah. Pada usia ini beliau berguru pada pamannya yang bernama Syeh Ahmad Khatib. Sembilan tahun kemudian di tahun 1915 beliau berkarir di dunia jurnalistik, dan bekerja di Harian Neratja sebagai redaktur II. Yang mana kemudian diangkat sebagai ketua redaksi. Karir di dunia jurnalistik terus berlanjut hingga beliau memimpin harian Hindia Baroe di Jakarta. Beliau kemudian mendirikan Surat Kabar Fadjar Asia, selanjutnya berpindah sebagai redaktur Harian Moestika di Yogyakarta, yang mana kemudian beliau membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO), disaat itu pula Agus Salim mulai terjun di dunia politik dengan bergabung bersama Sarekat Islam (SI), yang mana beliau merupakan pemimpin kedua setelah H.O.S. Tjokroaminoto. Di dunia jurnalistik, beliau pernah menjabat sebagai ketua di Dewan Kehormatan PWI. Meskipun kritikannya tajam, namun beliau masih menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

Adapun peranan Agus Salim dalam masa perjuangan kemerdekaan RI antara lain :
  • Anggota Volksraad periode 1921-1924
  • Salah satu panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945
  • Sebagai Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 dan Kabinet III 1947
  • Melakukan pembukaan hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab terutama Mesir di tahun 1947
  • Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin 1947
  • Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta 1948-1949
Antara tahun 1946-1950 beliau laksana bintang cemerang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap diberi gelar sebagai "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man). Beliau juga pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI kabinet Presidentil di tahun 1950 dan sampai akhir hayatnya beliau dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.

Agus Salim kemudian mengundurkan diri dari dunia politik, yang mana kemudian setelah pengunduran dirinya, beliau mengarang buku di usia 69 tahun yakni tahun 1953, buku tersebut berjudul "Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauhid harus dipahamkan ?" yang mana kemudian di revisi menjadi "Keterangan Filsafat Tentang Tauhid, Takdir dan Tawakal.

Di tempat kelahirannya, nama beliau diabadikan sebagai nama stadion sepak bola di Padang.


Senin, 07 Mei 2018

JAWA TENGAH

Disini kita akan mengenal Jawa Tengah, dimana blog lahir di Desa Sidasari, suatu desa yang asri dan sejuk yang berada di Kecamatan Cipari dan terletak di Kabupaten Cilacap dengan provinsi Jawa Tengah.

Nah, kita tidak akan membahas mengenai desa tersebut, melainkan provinsi utama dari desa tersebut yaitu Jawa Tengah.

Jawa Tengah atau singkatnya Jateng, merupakan salah satu provinsi yang terletak di Pulau Jawa, bagian dari Republik Indonesia. Ibukota Jateng terletak di Semarang (bagian utara dari Jawa Tengah). Batas wilayah bagian barat berbatasan dengan Jawa Barat, bagian selatan berbatasan dengan Samudra Hindia dan Yogyakarta, bagian utara berbatasan dengan Laut Jawa sementara wilayah timur berbatasan dengan Jawa Timur.

RUMAH ADAT KOTA SEMARANG

Jawa Tengah juga memiliki bagian kepulauan yang terpisah dari daratan Jawa Tengah, yaitu Pulau Nusakambangan (Kabupaten Cilacap) di sisi bagian selatan, serta Kepulauan Karimun Jawa yang berlokasi di Laut Jawa, bagian utara Jawa Tengah.

PULAU NUSAKAMBANGAN

Jawa Tengah dibentuk sejak zaman Hindia Belanda, namun baru di tahun 1950 ada penetapan undang-undang guna pembentukan kabupaten dan kotamadya, yang mana dilakukan pada 15 Agustus 1950 kemudian diperingati sebagai hari jadi Jawa Tengah.

LOGO JAWA TENGAH

Jawa Tengah terdiri dari 29 Kabupaten dan 6 Kotamadya, dimana terdapat 545 Kecamatan dan 8.490 desa/kelurahan. Ke 29 Kabupaten tersebut adalah Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri dan Wonosobo, serta ke 6 Kotamadya tersebut adalah Magelang, Pekalongan, Salatiga, Semarang, Surakarta dan Tegal.

PETA JAWA TENGAH

Di provinsi ini juga terdapat salah satu sungai terpanjang di wilayah Jawa, yaitu Bengawan Solo yang memiliki mata air di Pegunungan Sewu (Kab. Wonogiri), sungai ini melintasi Kota Surakarta.

SUNGAI BENGAWAN SOLO

Jawa Tengah memiliki beberapa gunung berapi yang cukup aktif antaranya, Gunung Merapi (Boyolali, Klaten, Magelang), Gunung Slamet (Pemalang), Gunung Dieng (Banjarnegara) dan lainnya.

GUNUNG MERAPI

Dalam bidang pendidikan, Jawa Tengah memiliki universitas cukup terkenal dan salah satunya merupakan 10 besar universitas terbaik se Indonesia, yaitu Universitas Diponegoro yang terletak di Semarang. Selain itu adapula Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) di Purwokerto. Adapun Universitas Muhammadiyah Surakarta juga merupakan salah satu dari 10 universitas terbaik di Indonesia dengan status universitas swasta. Dan masih banyak lagi kampus-kampus ternama di penjuru Jawa Tengah.

GERBANG MASUK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Di bidang pariwisata, Jateng memiliki aneka ragam wisata mulai dari bangunan kuno, pantai hingga gunung dan hutan. Bahkan di Semarang ada wisata bernama Puri Maerokoco yang mana merupakan taman wisata berupa Jawa Tengah mini, yang melingkupi keseluruhan wilayah Jateng. Di Jepara, memiliki bangunan kuno yang merangkap tempat ibadah umat Budha yaitu Kelenteng Hian Thian Siang Tee, serta yang tak kalah menarik adalah sebuah bangunan Museum R.A Kartini. Yang terpopuler dari pariwisata Jateng adalah Candi Borobudur, yang mana sempat masuk ke dalam 7 besar keajaiban dunia, yang terletak di Magelang. Sementara di Klaten terdapat satu bangunan wisata yang sekaligus menjadi tempat ibadah umat Hindu yaitu Candi Prambanan. Untuk wisata air terjun yang menarik terdapat di Surakarta yakni Air Terjun Grojogan Sewu. Bagian selatan Jawa Tengah beragam pantai menanti dengan indah, salah satunya Pantai Karangbolong di Kebumen. Dalam hal wisata religi, wilayah ini memiliki 3 makam walisongo yakni : Sunan Kalijaga, Sunan Kudus dan Sunan Muria.

SUNSET DARI ATAS CANDI BOROBUDUR

Sabtu, 05 Mei 2018

MONUMEN PANCASILA SAKTI

Dari pelajaran sejarah kita telah mengetahui bahwa Monumen Pancasila Sakti atau mungkin yang lebih familiar dikenal sebagai Museum Lubang Buaya merupakan sebuah museum yang akan mengingatkan kita kepada kekejaman pemberontakan G-30S PKI (atau yang dikenal sebagai Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia).

MONUMEN PANCASILA SAKTI

Berlokasi di Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Raya Pondok Gede.

Pada saat kita memasuki museum ini akan tampak patung tujuh jendral yang dilatari burung garuda sehingga dinamakan sebagai Monumen Pancasila Sakti. Adapun ke tujuh jendral tersebut adalah :
  1. Jendral Ahmad Yani
  2. Jendral Siswandono Parman
  3. Jendral Suprapto
  4. Jendral Sutoyo Siswomiharjo
  5. Jendral MT Haryono
  6. Jendral Donald Ifak Panjaitan
  7. Kapten Pierre Andreas Tendean
Adapun pada nomor 7 yang ditempati Kapten Tendean merupakan kesalahan dalam target PKI, karena mereka menargetkan Jendral AH Nasution, yang mana kala itu saat pengepungan dilakukan oleh PKI, Kapten Tendean yang merupakan ajudan Jendral Nasution yang keluar dan mengaku bahwa dirinyalah Jendral Nasution, namun pengorbanan tersebut ditambah dengan gugurnya putri Jendral Nasution yaitu, Ade Irma Nasution.

ADE IRMA SURYANI NASUTION

Museum ini dibangun pada era pemerintahan Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto, dengan tujuan mengenang pahlawan revolusi dari perjuangan melawan ideologi komunis. Terdiri dari berbagai bangunan yaitu Monumen Pancasila Sakti, Ruang Penyiksaan, Museum Pengkhianatan PKI, Dapur Umum PKI, Pos Komando PKI, Museum Paseban, Ruang Teater serta sebuah Sumur Maut dengan kedalaman 12 meter dan diameter 75cm, yaitu lokasi dibuangnya ke tujuh jendral yang diculik lalu dibunuh oleh PKI.

SEJARAH NAMA BULAN & HARI

Selama ini kita mengenal ada 12 bulan dalam satu tahun, namun mungkin beberapa dari kalian belum mengetahui asal usul nama-nama dalam bulan tersebut. Nah kali ini Gudang Ilmu ingin memberikan sedikit pengetahuan tentang asal usul sejarah penggunaan nama-nama bulan tersebut.

Dahulu kala, sebelum kerajaan Roma berdiri, yaitu di zaman Romawi Kuno saat itu dalam setahun hanya terhitung 10 bulan dengan total 304 hari, dimana bulan Maret (March / Mars) sebagai bulan yang pertama dan Desember (December / Deci) sebagai yang terakhir. Kala itu musim dingin yang terjadi pada (Januari - Februari, yang kita kenal saat ini) merupakan masa pasif, dimana pada masa tersebut tidak diperhitungkan dalam kalender. Hal ini berlaku saat dipimpin oleh Raja Romulus.

Adapun nama-nama tersebut terdiri dari :
  1. Martius (Maret)
  2. Aparailis (April)
  3. Maius (Mei)
  4. Junius (Juni)
  5. Quintilis (Juli)
  6. Sextilis (Agustus)
  7. September (September)
  8. October (Oktober)
  9. November (November)
  10. December (December)
Pemberian nama-nama bulan ini terkait dari Dewa bangsa Romawi, sebagai contoh Maret yang dikenal Martius adalah Dewa Mars, Mei merupakan nama Dewi Maia dan Junius dari Dewi Juno.

PATUNG MARS

Martius / Mars menurut legenda Yunani adalah Dewa Perang, putra dari Yuno dan Yupiter, juga merupakan kekasih dari Venus, dia merupakan dewa militer utama yang disembah oleh seluruh legiun Prajurit Romawi, mereka menganggapnya dewa terpenting kedua setelah ayahnya Yupiter. Awal mulanya Mars merupakan dewa pertanian, pelindung ternak dan ladang. Karena awalnya rakyat Roma merupakan para petani. Namun ketika kekuatan Roma semakin kuat, maka Mars difungsikan dan disembah sebagai dewa pertempuran, banyak yang mengaitkan dirinya dengan Ares, putra Zeus dan Hera. Mars diabadikan sebagai pelindung kota Roma dan merupakan leluhur bangsa Romawi.

Sementara itu Maius yang diambil dari Dewi Maia, dalam mitologi bangsa Yunani merupakan anak tertua dan tercantik di antara pada Pleiad, yaitu ketujuh putri Alas dan Pleione. Terlahir di Gunung Killene daerah Arkadia. Selain itu Dewi Maia merupakan ibunda dari Dewa Hermes (Dewa Pembawa Pesan) hasil dari hubungannya dengan Zeus.

Junius diambil dari nama Dewi Juno menurut mitologi Romawi atau dikenal sebagai Dewi Hera dalam mitologi Yunani yakni merupakan istri dari Dewa Zeus. Juno / Hera dikenal sebagai ratu langit.

3 nama bulan yang telah dibahas adalah nama para dewa dan dewi, bagaimanakah dengan yang lainnya ?

Nah, sekarang mari kita bahas April / Aparailis, asal mulanya berasal dari kata Aperiri, yang berarti cuaca yang nyaman di musim semi.

Sisanya merupakan sebutan angka yang mana saat itu untuk Quintrilis / Juli merupakan bulan kelima sehingga berasa dari nama Quinque / Lima dalam angka Romawi / Latin. Sextilis / Agustus dari kata sex yang berarti enam dalam angka Romawi. September / Septem artinya tujuh, October / Octo merupakan delapan, November / Nova berarti sembilan dan December / Decem artinya sepuluh.

Hal ini dikarenakan saat itu, Januari dan Februari tidak termasuk dalam daftar Kalender, sehingga urutan tersebut berkurang dua, karena yang kita ketahui saat ini Juli merupakan bulan ketujuh, bukanlah lima dan seterusnya hingga Desember. Karena itu pada era tersebut, permulaan bulan di mulai dari Maret, karena berkaitan dengan musim dan pengaruh tatanan hidup masyarakat Eropa. Karena pada 21 Maret yang mana merupakan permulaan musim semi, maka tanggal tersebut dirayakan sebagai Perayaan Tahun Baru.

Di era Raja Roma ke-dua Numa Pompillus sekitar 717 BC, nama bulan dikembangkan menjadi 12 bulan, yang mana ditambahkan Januarius dan Februarius.

Januarius diambil dari mitologi Romawi, yakni Dewa Janus, seorang dewa berwajah dua yang mampu melihat masa lalu dan masa depan, sehingga Januarius ditetapkan sebagai bulan yang pertama.

PATUNG DEWA JANUS DI MUSEUM VATICAN

Februarius sendiri berasa dari upacara Februa, yaitu upacara semacam bersih desa atau ruwatan menyambut datangnya musim semi. Sehingga ditetapkan sebagai bulan kedua, tepat sebelum kedatangan musim semi yang jatuh di bulan Maret.

Dikarenakan penambahan 2 nama ini, maka Quintrillis hingga December menjadi anomali, karena posisi kedudukan urutan menjadi berubah bertambah dua.

Kala itu, belum digunakan sistem matahari murni, sehingga masih banyak yang meleset terlalu jauh. Hal ini perlahan berubah, yang mana saat dikuasai oleh Julius Caesar era 50 BC - 44 BC, meleset hingga 3 bulan dari patokan yang seharusnya. Pada tahun 47 SM, saat Caesar mengunjungi Mesir, ia dianjurkan untuk perpanjang tahun 46 SM menjadi 445 hari dengan menambah 23 hari di Februari dan 67 hari antara November dan Desember. Hal ini merupakan penyesuaian tahun pertama dalam sejarah. Dengan adanya kekacauan selama 90 hari itu, maka perjalanan tahun kembali cocok dengan musim. Hal ini membuat Caesar mengeluarkan pengumuman penting dan memiliki pengaruh hingga saat ini, yaitu sistem matahari dalam penanggalan seperti yang dipelajari olehnya di Mesir.

JULIUS CAESAR

Pengumuman tersebut adalah :

Ditetapkannya setahun menjadi 365 hari, karena bumi mengeliling matahari selama 365,25 hari. Namun kala itu masih terdapat kelebihan 0,25 hari yaitu 6 jam per tahunnya.

Yang mana kemudian, 6 jam tersebut di kalkulasikan selama 4 tahun, yang mana setiap 4 tahun sekali usia tahun menjadi 366 hari yang mana kita kenal saat ini sebagai tahun kabisat. Hal ini ditambahkan di bulan Februari, yang mana kala itu berusia 29 hari, sehingga di tahun kabisat Februari genap menjadi 30 hari.

Untuk mengabadikan Julius Caesar yang menyempurnakan penanggalan maka bulan Juli yang awalnya Quintrillis diubah menjadi Julio / Juli yang kita kenal saat ini.

Kemudian Raja Augustus yang memerintah setelah Julius Caesar, melakukan perubahan pada Sextilis saat itu menjadi Augustus / Agustus yang kita kenal saat ini, perubahan tersebut diikuti dengan penambahan 1 hari, yang mana saat itu Agustus berusia 30 hari, perubahan itu juga mempengaruhi Februari, sehingga Februari menjadi 28 hari dan pada saat kabisat menjadi 29 hari, yaitu penanggalan yang digunakan hingga hari ini.

Namun setelah diteliti lebih jauh oleh para ahli, penetapan kalender tersebut masih ada yang meleset, karena revolusi bumi tepatnya adalah 365 hari, 5 jam, 56 menit. Karena hal tersebut makan pimpinan Gereja Katolik Roma yang saat itu dijabat oleh Paus Gregorius XIII menetapkan dan mengoreksi di tahun 1582 yaitu :

Angka tahun pergantian Abad (dikenal sebagai tahun yang diakhiri 2 nol) dan tidak habis dibagi 400 bukan lagi sebagai tahun kabisat yaitu tahun 1700, 1800 dsb, namun di tahun 2000 yang mana habis dibagi 400 merupakan tahun kabisat.

Untuk mengatasi pergeseran yang terjadi karena meleset 4 menit pertahun, maka diputuskan tahun 1582 dikurangi 10 hari di bulan Oktober, yang mana saat itu, setelah tanggal 4 Oktober maka dilanjutkan dengan 14 Oktober.

Yang terakhir Paus Gregorius XIII menetapkan 1 Januari sebagai tahun baru, yang mana perhitungan rahib Katolik, Dionisius Exoguus tergusur, yang mana kala itu tahun baru jatuh 25 Maret mengingat Yesus lahir di tanggal 25. Namun hal ini pula yang membuat rancu perayaan Natal, karena pada ayat-ayat di Bibel disampaikan bahwa kelahiran Yesus jatuh di musim semi (Maret) bukan musim dingin (Desember).

PAUS GREGORIUS XIII

Setelah kita mengenal asal usul nama bulan, maka kini kita lanjutkan mengenal asal nama-nama hari. Kala itu pengaruh terkuat dipegang oleh Romawi, maka dikarenakan beberapa nama bulan merupakan nama dewa / dewi, maka nama-nama hari khususnya yang berbahasa Inggris / Internasional, juga diambil dari nama dewa yaitu :
  • Sunday / Sun's Day, merupakan Dewa Matahari (Sun)
  • Monday / Moon's Day, yaitu Dewi Bulan (Moon)
  • Tuesday / Tiw's Day adalah Dewa Tiw / Teves
  • Wednesday / Woden's Day diambil dari Dewa Odin (Dewa Kayu / Tumbuhan)
  • Thursday / Thor's Day yaitu Dewa Thor (Dewa Petir)
  • Friday / Friy's Day sang Dewa Frigid
  • Saturday / Saturn's Day sebagai Dewa Saturnus
Dimana kala itu, Romawi dan Yunani meyakini bahwa langit berlapis tujuh dan benda di langit tersebut merupakan para dewa, pengaruh para dewa tersebut bergantian dari jam ke jam, karena itu pada zaman tersebut Sabtu / Saturday merupakan hari pertama, karena merupakan jam 00:00 urutan pertama, pada faktanya jika kita lihat ke belakang pada tahun 1 Masehi, yaitu 1 Januari tahun 1 maka jatuh pada hari Sabtu, dimana 24 jam berikutnya jatuh pada Matahari / Sunday / Minggu, dan seterusnya hingga kembali ke Sabtu.

Demikian sejarah dari nama bulan dan hari, yang mana masih tetap digunakan nama tersebut dalam penanggalan internasional.